Seeruan dan Himbauan

product 1

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Quisque nec dictum tortor.

Surat Terbuka

product 1

Proin eleifend quam eu purus aliquet scelerisque. Sed non nibh a urna tristique vestibulum.

Wawancara

product 1

Morbi suscipit, nisl eget porttitor hendrerit, arcu sapien cursus enim, id luctus felis metus urna.

Taun 2015 Paga Yabu Egu Bogo Eti Arar Eeruok Nen, Nininggi Ambimo Wonggo Kaok Pedal-Pedal Yurak Mea Arar Ma Email : koteka@papuapost.com paga erogo bino nda, ambi kinil wotninaburak kalok wa...!
Markas Pusat Pertahanan Komando Tentara Revolusi Papua Barat. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Leut. Gen. Amunggut Tabi: Identitas Penelepon Anggota DPR Mamberamo Tengah Telah Diketahui

- Yang Bersangkutan Harus Bertanggungjawab Kepada Bangsa Papua dan Hukum Revolusi West Papua

VANIMO-PMNews - Dari sejumlah laporan telah diketahui identias dari seorang Anggota DPR Kabupaten Mamberamo Tengah yang menelepon Dany Kogoya untuk datang ke Kantor Otonomi Daserah Kotaraja dengan janji "ambik berkat sedikit ada di sini". Dany Kogoya tidak ditangkap dan tidak ditembak saat melakukan perlawanan, tetapi begitu tiba di depan Kantor Otonomi Daerah dengan motor Ojeck, langsung ditemkak dikakinya dan Dany Kogoya langsung terjatuh,

Operasi seperti ini sangat tidak manusiawi, dan bagi orang Papua yang menjual saudara sebangsa dan setanah airnya yang berjuang tidak untuk kepentingan pribadi atau keluarga tetapi demi bangsa dan tanah airnya seperti ini pasti terkena hukuman berupa hukum alam dan hukum revolusi.

Sementara itu, penggerebekan yang dilakukan di Tanah Hitam tidak didasarkan atas informasi dari Dany Kogoya dan teman ojeknya yang ditangkap. Setelah penghuni Tanah Hitam ditangkap, diberitakan kepada PMNews bahwa mereka semuanya dipulangkan, akan tetapi Dany Kogoya dan supir ojeknya masih ditanah.

Informasi dari Pengawal Khusus Dany Kogoya menyatakan bahwa kakinya yang terkena tembakan sudah langsung diamputasi (dipotong) tanpa seizin keluarga atau orang tuanya. Padahal adalah proses operasi medis normal bahwa penghilangan salah satu bagian tubuh secara permanen seperti ini harus dan selalu mendapatkan izin dari keluarga dekat. Hal itu tidak terjadi.[PMNews/MPP TRWP]

Leut. Gen. TRWP Amunggut Tabi: Kasus Buktar Tabuni dan Pembunuhan Mako Tabuni Orang Tua Rela dan Siap Hadapi Segala Resiko

Deari Markas Pusat Pertahanan Tentara Revolusi West Papua, Gen. TRWP Mathias Wenda lewat Sec. General TRWP Leut. Gen. Amunggut Tabi menyatakan pembunuhan Musa Tabuni dan Pemenjaraan Buktar Tabuni ialah sebuah resiko perjuangan, yang sudah dialami oleh bangsa Indonesia juga, dan mengobarkan api perjuangan dengan menyatakan, "Orang Tua Kalian Tidak akan Pernah Mundur" dan "Tetap terus maju menentang penjajahan, sama dengan tekad dan kemendangan yang diraih NKRI dair penjajahan Belanda."

Dari rilis pers yang diterima PMNews secara ekslusiv, tanpa disebarkan ke media manapun, Leut. Gen. Amunggut Tabi sebagai tangan Kanan Gen. Mathias Wenda menyatakan bahwa penembangan dan kematian Musa Tabuni tidak dianggap sebagai sebuah pelanggaran HAM, tetapi sebagai sebuah resiko perjuangan dan semua pejuang bangsa Papua siap menghadapinya secara jantan, tanpa harus mengeluh kepada badan-badan kemanusiaan manapun, apalagi mengemis kepada NKRI untuk menyelesaikan kasus HAM

Menurut Tabi, "Perjuangan ini perlu pengorbanan nyawa. Perjuangan di seluruh muka Bumi, perjuangan untuk sebuah kemerdekaan dan kedaulatan negara-bangsa selalu ada pertumbahan darah dan pengorbanan nyawa, oleh karena itu jangan sampai NKRI membuat orang Papua menjadi takut untuk mati. Perjuangan artinya harus mati, dan mati menghasilkan kemerdekaan. Yesus Kristus memerdekakakan orang Kristen karena dia telah mati, dan bangsa Papua-pun akan dan pasti merdeka karena Hans Bomay, Theys Eluay, Mako Tabuni, dan sebagai telah mati. Tidak ada kemerdekaan tanpa pengorbanan nyawa dan tidak ada pengorbanan nyawa kalau bukan untuk merdeka," demikian Tabi lewat telepon genggamnya.

Masih menurut Tabi, "General Mathias Wenda berpesan agar semua barisan pemuda dan politis Papua-Indoensia yang memuntut Otsus ataupun yang menuntut Merdeka supaya memperhatikan RAMGU-TAMBU politik yang dikirimkan oleh orang tua karena kita sudah ada dalam sebuah permainan politik.' Menurutnya, "Siapa saja yang tidak pintar baca politik, dia akan konyol."

Menurut Wenda, seperti dikutip Tabi, "Saya sayang kepada anak-anak saya, Saya orang tua mereka, saya Bapak mereka, saya yang lahirkan mereka, dan mereka tau saya. Mereka tahu apa yang Bapak mereka maksud. Tidak mungkin anak-anak saya salah mengerti bahasa orang tua mereka sendiri."
Selanjutnya menurut Amunggut Tabi, "Perjuangan ini tidak akan pernah berhenti, sampai titik darah penghabisan, sampai Papua Merdeka."

Ada pesan khusus disampaikan kepada Dany Kogoya dari Leut.Gen. Amunggu Tabi, "Adik-adik saya, mari ikuti langkah kakak, kakak dari segi keluarga, dan dari segi waktu kelahiran ke muka Bumi. Pengorbanan dan perjuangan adik-adik tetapi Kaka tanggung dan kakak perhatikan. Karena orang tua di Rimba Raya Papua tidak akan pernah menyerah. Pengorbanan adik-adik, akan kakak balas setimpal."
Kemudian menyangkut adik-adiknya yang masih ada di rimba Papua dan memperjuangkan Papua Merdeka, Amunggut Tabi menyatakan, :Nawore, kinewe to waganggirak ti kinegen wanip o. An to nenu nen eke me, nawore apit namobokan arion. kiangebete lek, kinewe to ebe nenu nen eke agarik, we ugun-ambe, yogwe inok kambok lek, nenegen lii pinuk eke me, nambokan nabeni wa'nip p." katanya dalam bahasa daerahnya kepada adik-adiknya.

Gen. TRWP Mathias Wenda: Biarkan Rakyat Saya Kembangkan Kreativitas, Bangsa Papua Tidak Hilang Jalan dan Hilang Akal

- Menanggapi Pelantikan Raja-Raja Papua Dimonitori Penghianat Alex Mebri, dkk.
Menanggapi beberapa proses "adat" dan pengukuhan Elex Mebri sebagai Raja Papua, bekerjasama dengan Seorang Raja Utara Papua dan Raja Selatan Papua, yang kesemuanya ialah kaum Papindo dan penghianat perjuangan bangsa Papua, maka dengan ini, Gen. TRWP Mathias Wenda menyampaikan himbaian sebagai berikut:
  1. Rakyat West Papua dan bangsa Papua tidak perlu mempersoalkan gerak-gerik yang dilakukan oleh para mantan pejuang Papua Merdeka, yang kini telah pensiun dan berkecimpung dalam berbagai kegiatan sekedar untuk menyambung hidup. Pengorbanan dan perjuagnan mereka sepanjang sejarah bangsa Papua perlu dihargai sehingga apa yang mereka lakukan saat ini jangan sampai mengaburkan mata-kita dan langsung mencap mereka sebagai penghianat yang harus dihadapi bangsa Papua. Cara berpikir dan berjuang bukan begitu. "Anak-anak perlu sadar, bahwa orang-orang itu pernah berjuang dan mereka pulang ke tanah air bukan dlam rangka mendukung NKRI, tetapi dalam rangka menikmati hari Tua, jadi semua orang tua yang pulang harus dihargai, apapun mereka lakukan. Jangan tanam bibit kebencian di antara sesama bangsa, apalagi mereka itu pernah berjuang untuk aspirasi bangsa Papua."
  2. Perlu juga disadari fakta bahwa sampai kapanpun dan bagaimanapun juga, apapun yang dilakukan oleh Alex Mebri dan kawan-kawan, itu semua tidak akan pernah menjadikan mereka menjadi orang Indonesia, tetapi sampai mati mereka tetap orang Papua, warga negara West Papua. Oleh karena itu, kita tidak bisa membenci, apalagi memusuhi mereka hanya karena usaha-usaha untuk menyambung hidup sepereti yang dilakukan saat ini. Apa yang terjdi merupakan strategi dalam rangka mencapai cita-cita luhur, jadi jangan sampai bangsa Papua merasa seolah-olah NKRI sedang menang dengan cara-cara murahan seperti ini;
  3. Bahwa kendali perjuangan Papua Merdeka masih tetap ada di Tanah Panglima Tertinggi Komando Revolusi, Tentara Revolusi West Papua, yang sebentar lagi akan mengumumkan Kantor dan Fungsionaris Organisasi Papua Merdeka sebagai Organisasi Induk perjuangan bangsa Papua untuk terlepas dari penjajahan dalam berbagai jenis dan wujud.
Demikian disampaikan untuk diketahui dan diperhatikan secara saksama,


Dikeluarkan di: Markas Pusat Pertahanan Tentara Revolusi West Papua
Pada Tanggal: 14 Oktober 2012

Panglima Tertinggi Komando Revolusi,



Mathias Wenda, Gen. TRWP
NBP: A.001076
TENTARA REVOLUSI WEST PAPUA
SECRETARIAT-GENERAL
==================================================================
Press Release

Dari Markas Pusat Pertahanan (MPP) Tentara Revolusi Wset Papua (TRWP) lewat Kantor Secretariat-General dengan ini mengucapkan:
SELAMAT DAN SUKSES
atas terpilihkan
  • Sdr. Oktovianus Mote selaku Sekretaris-Jenderal dan
  • Sdr. Benny Wenda selaku Jurubicara
dari United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang telah disahkan pada awal Desember 2014.

Atas nama Panglima Tertinggi Komando Revolusi, Gen. TRWP Mathias Wenda, dengan ini Tentara Revolusi West Papua menyambut dengan gembira perkembangan yang telah terjadi dengan catatan sebagai berikut:
  1. Pertama, bahwa wadah ini ialah lembaga yang memayungi perjuangan bangsa Papua menuju identifikasi diri sebagai bangsa Papua, ras Melanesia, tidak sebatas melepaskan diri dari NKRI;
  2. Kedua, bahwa kepengurusan dengan bentuk Sekretaris-Jenderal dan Jurubicara ialah bentuk organisasi yang sesuai dengan realitas sosial-budaya dan sosial-politik bangsa Papua. Oleh karena itu patut didukung oleh semua pihak, semua bangs Papua baik yang ada di luar negeri maupun yang ada di Tanah Papua;
  3. Ketiga, mengajak semua orang Papua, baik pendukung Merah-Putih, pendukung Bintang Satu, Pendukung Bintang Daud, Pendukung Bintang Empatbelas, baik anggota perlemen NKRI, baik anggota MRP, baik pejabat pemerintah NKRI, semuanya bersatu di bawah organisasi payung yang telah kita bentuk ini dalam rangka “identifikasi jatidiri kita” sebagai orang Melanesia, ras Melanesia, bangsa Papua dengan cara mendaftarkan diri sebagai anggota Keluarga Besar Melanesia bernama MSG dalam waktu dekat.
Untuk itu, kami dari Sekretariat-General TRWP menyerukan kepada semua pihak untuk melupakan semua merek dan cap baru yang menempel dan sekaligus mengotori identitas kita sebagia orang Melanesia, disebabkan oleh pandangan dan pilihan politik yang telah kita ambil secara pribadi, dan mengambil sikap obyektiv sebagai orang Melaensia untuk bersatu, menyusun satu barisan menuju pendaftaran diri kita sebagai anggota dari keluarga besar Melanesia.

Identitas kita sebagai orang Melanesia tidak akan pernah dihapus oleh Otsus, oleh DOM, oleh penjajahan Belanda, oleh pembunuhan, oleh teror dan intimidasi, oleh pembangunan dan kesejahteraan NKRI. Kita berbicara tentang identitas manusia, bukan aspirasi, bukan pandangan politik, bukan pilihan hidup. Identitas kita sebagai orang Melanesia tidak ialah sebuah “kodrat ilahi” yang tidak dapat diganggu-gugat oleh karena sikap, pandangan, pilihan atau status kita secara sosial, budaya, politik dan hukum buatan manusia, karena kodrat ialah hukum alam, hukum Tuhan, yang melampaui dan mengatasi semua hukum buatan manusia.
Dikeluarkan di: Markas Pusat Pertahanan

Pada Tanggal: 10 Desember 2014
Secretary-General,


Amunggut Tabi, Lt. Gen. TRWP
———————————
BRN: A.001076

Gen. TRWP Mathias Wenda Memulai Lebih Awal dan Akan Mengakhiri dengan Mantap

Tentara Revolusi West Papua (West Papua Revolutionary Army)
Markas Pusat Pertahanan (Central Defense Headquarters)
Email: koteka@papuapost.com
=====================================================
Menanggapi pemberitaan media di Indonesia bahwa Jenderal TPB PB Nggoliar Tabuni telah menyerahkan diri kepada Tentara kolonial TNI, maka dengan ini Tentara Revolusi West Papua di bawah Komando Panglima Tertinggi Komando Revolusi menyatakan:
  1. Keputusan untuk menyerahkan diri, atau menyerah kepada NKRI atau pihak manapun oleh orang Papua, bukanlah cerita baru, dan bukan juga hasil kerja keras NKRI dalam meng-indonesia-kan orang Papua. Oleh karena itu, semua organisasi, tokoh dan aktivis Papua Merdeka tidak perlu merasa kecolongan, apalagi merasa dikalahkan oleh kaum penjajah yang berdiri di pihak Ibilis sebagai Kepala Penipu sedunia dan sepanjang masa;
  2. Kasus orang Papua atau pejuang Merdeka, atau tokoh Papua menyerahkan diri kepada NKRI ialah keputusan individu, pilihan oknum masing-masing orang Papua, tidak dipaksakan, tidak ada larangan. Sebagaimana kita semua memulai perjuangan ini tanpa dipaksa, tanpa didesak, dan tanpa dijanjikan apapun oleh siapapun, demikian pula, ketika siapa saja mengakhiri bergabung dengan perjuangan ini dan menyerahkan diri kepada kaum penjajah, maka semua organisasi, tokoh dan aktivis Papua Merdeka tidak perlu menyalahkan, menyudutkan, mengecam, bahkan mengutuk tindakan sedemikian. Sudah banyak tokoh Papua Merdeka telah menyelesaikan tugas-tugas negara dan kini menjadi bagian dari masyarakat Papua di kota dan kampung di Tanah air, dan itu merupakan sebuah keputusan yang bijak dalam rangka melanjutkan kehidupan masing-masing.
  3. Oleh karena itu, siapapun tahu bahwa penyerahan diri oknum tokoh, aktivis Papua merdeka ialah tindakan individu, yang patut kita hargai karena diputuskan dengan pertimbangan-pertimbangan matang dan dalam keadaan sadar. Kita ptut mengucapkan terimakasih sedalam-dalamnya atas perjuangan yang telah membesarkan nama OPM dan pasukan gerilyawan di Rimba Raya New Guinea. Tidak-lah berarti Organisasi Papua Merdeka dan Tentara Revolusi West Papua bubar, atau menghentikan atau mengendorkan perjuangan Papua Merdeka. Dengan berdirinya ULMWP, maka kegiatan-kegiatan gerilya memang harus di-pending selama beberapa waktu, untuk memberikan peluang kepada para diplomat dan politisi Papua Merdeka mengerjakan tugas-tugas diplomasi dan politik mereka, terutama di kawasan Melanesia.
  4. NKRI mau menunjukkan kepada bangsa Papua dan masyarakat Melanesia bahwa perjuangan Papua Merdeka menjadi macet karena penyerahan diri Jend. Tabuni, akan tetapi hitungan itu salah besar, karena langkah politik Papua Merdeka sudah beberapa tahun lebih duluan daripada cara penjajah NKRI. Mereka salah langkah, karena kepemimpinan perjuangan Papua Merdeka sekarang bukan lagi di Rimba dan di Gerilya Rimba, tetapi sudah ada di meja politik dan diplomasi. Biarpun ribuan gerilyawan TPN/OPM menyerah, Tentara Revolusi West Papua/ West Papua Revolutionary Army (TRWP/ WPRA) tidak akan menyerah.
  5. Saya, selaku Panglima Tertinggi Komando Revolusi Tentara Revolusi West Papua dengan ini menyatakan perjuangan Papua Merdeka masih dalam kendali, sejak tahun 1970-an, sejak sebelum Jend. Tabuni bergabung, sampai saat ini, dan sampai perjungan ini diselesaikan, dengan kuasa dan pertolongan dari Sang Tokoh Utama Revolusioner Semesta dan Sepanjang Masa.
Nyatakan kepada semua, dan setiap orang Papua, sampaikan kepada kaum penjajah bahwa
“Kebenaran itu mutlak dan tidak dapat dikalahkan oleh siapapun, kapanpun dan di manapun, entah bagaimanapun. Perjuangan Papua Merdeka didasari atas kebenaran melatan tipudaya. Gen. TRWP Mathias Wenda Memulai Lebih Awal dan Akan Mengakhiri dengan Mantap”

Dikeluarkan di: Markas Pusat Pertahanan
Pada Tanggal: 24 Maret 2015
Panglima,                                                             Secretary-General,

TTD
Mathias Wenda, Gen. TRWP                    Amunggut Tabi, Lt. Gen. TRWP
NBP:A.001076                                                   BRN:A.018676

Selamat dan Sukses kepada PNWP, NRFPB dan WPNCL atas Sosialisasi ULMWP


Dari Markas Pusat Pertahanan Tentara Revolusi West Papua menyampaikan
SELAMAT DAN SUKSES!
atas penyelenggaraan Sosialisasi Hasil Workshop West Papua yang telah berlangsung di Republik Vanuatu akhir tahun lalu.
Selanjutnya dari Markas Pusat Pertahanan kami mengusulkan kepada organ politik dan perwakilan rakyat yang mensosialisasikan perkembangan politik dan diplomasi Papua Merdeka ini agar
  1. menyebarluaskan informasi perkembangan dimaksud kepada semua pihak, termasuk kepada pemerintah dan penduduk Indonesia di seluruh wilayah NKRI;
  2. membentuk pusat informasi dan sosialiasi di seluruh Tanah Papua dari Sorong sampai Samarai;
  3. menghadap pejabat NKRI di Tanah Papua dan Jakarta dengan tujuan melaporkan perkembangan yang sedang terjadi dengan tujuan melibatkan Pemerintah Indonesia agar mulai memberikan tanggapan terhadap perkembangan politik dan diplomasi yang sedang berkembang di kawasan Melanesia. Mengabaikan Indonesia dari permainan kita sama saja dengan mengabaikan fakta bahwa NKRI saat ini menduduki dan menjajah Tanah dan bangsa Papua. Baik Perdana Menteri Papua New Guinea maupun Menteri Luar Negerinya secara berulang-ualng telah sampaikan kepada media dan kita semua bahwa Indonesia harus dilibatkan dalam upaya diplomasi dan politik Papua Merdeka. Oleh karena itu, kita bangsa Papua dengan besar hati wajib membuka diri kepada masyarakat dan bangsa Indonesia dengan mensosialisasikan hasil Workshop West Papua di Vanuatu dan mengajak mereka bertukar-pikiran dan informasi dalam rangka membangun kerjasama dan saling-pengertian di antara kita sesuai dengan harapan dari orang Papua yang kini menjabat sebagai Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri PNG.TRWP telah menyimak sejumlah politisi Papua Merdeka menolak berkonsultasi dengan Indonesia. Kami menilai sikap seperti ini tidak bijak, dan tidak menunjukkan profesionalitas kita dalam berpolitik dan berdiplomasi. Saudara-saudara politisi dan diplomat Papua Merdeka seharusnya menunjukkan kedewasaan diri dalam berpolitik dan berdiplomasi dengan cara melibatkan Indonesia dalam keseluruhan proses lamaran ke MSG dan tindak-lanjut daripadanya. Perdana Menteri PNG, yaitu orang Papua di Timur pulau New Guinea telah katakan kita jalankan "politics of engagement" dengan Indonesia, yang artinya kita mengundang Indonesia untuk mau melibatkan diri dalam pentas politik antar-bangsa terkait isu-isu West Papua. Mengeluarkan Indonesia dari politik Melanesia sama saja dengan memandang masalah Papua ialah urusan dalam negeri Indonesia secara pribadi dan menyangkal PNG sebagai satu kesatuan Papua sama saja dengan meneguhkan kleim NKRI bahwa West Papua ialah bagian dari NKRI dan oleh karena itu, apapun yang dikatakan pemimpin Papua di Papua New Guinea tidak perlu diikuti oleh masyarakat Papua di West Papua.
Semua komponen perjuangan Papua Merdeka sudah bersatu Atas dasar persatuan ini, maka sudah waktunya kita mengundang Indonesia untuk terlibat dalam menjelaskan apa yang sedang terjadi di tanah leluhur bangsa Papua di pulau New Guinea bagian Barat sejak tahun 1960 sampai hari ini (tahun 2015).

Dikeluarkan di:                                                MPP TRWP
Pada tanggal:                                                  04 Maret 2015


Amunggut Tabi,  Lt. Gen. TRWP  Mathias Wenda, Gen. TRWP

BRN:A.001076                                    BRN: A.DF.001076
Taun 2015 paga Yabu Egu Bogo Eti Arar Eruok Nen, Nininggi Ambimo Wonggo Kaok

Pedal-Pedal Yurak Mea Arar Ma Email : koteka@papuapost.com paga erogo bino nda, ambi kinil wotninaburak kalok wa...